
Di salah satu pojok kampus lama saya, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, di saat kami makan siang kala acara reuni digelar, aku dan tiga temanku lainnya (yang kebetulan sama2 jomblo) saling berbincang ringan mengenai topik yang satu itu (apa lagi sih kl gak masalah J O D O H).
Ada yang pasrah, ada yang niat banget berburu jodoh, ada yang tampaknya udah apatis masalah yang satu itu. Emang kami belum tua2 amat, umur belum di ujung 30 tahun. Tapi entah tekanan sosial dari orangtua, teman (secara lebih dari separuh teman angkatan udah nikah dan punya anak berjumlah lebih dari satu orang), atau tekanan umur yang mulai menyalakan alarm merah.
Salah satu temanku berujar “Aduh Sil, seumur kita gini gak usah pake cinta2an deh….” Aku langsung tertegun. Trus, mau aja nikah tanpa cinta? lalu kl di tengah jalan gak cocok dan cerai misalnya lalu gimana? Dia berdalih lalu bilang cinta bisa tumbuh setelah nikah. Aku tahu bahwa dalam islam pacaran memang gak dianjurkan, lebih baik kl dirasa cocok dan srek di hati langsung saja menikah. Salah seorang temanku cerita, meskipun sudah pacaran lebih dari 7 tahun, ia masih shock melihat kebiasaan suaminya yang baru kelihatan setelah menikah. Masih perlu banyak penyesuaian katanya.
Balik ke perbincangan kala reuni tadi, seorang temanku yang lain cerita bahwa bossnya (laki-laki bujangan berusia hampir 40 tahun), memutuskan untuk menikah, apa yang ia lakukan? Ia mencari calon istri dari buku angkatan 5 universitas negeri ternama di Indonesia (pada tahu kan?) spesifik dari Fakultas Kedokteran (pengen istri dokter ceritanya…) ia lihat wajah2nya lalu menelepon mereka langsung (kebanyakan bicara dengan orangtua mereka, karena orangnya langsung biasanya sudah pindah atau tak ditempat). Kebanyakan dari mereka sudah menikah, sampai tibalah ia pada nama seorang wanita, ia bicara dengannya dan orangtuanya langsung, dan tak butuh waktu lama sampai mereka menikah. Apakah ini yang namanya jodoh?
Temanku lainnya malah berpendapat bahwa jodoh itu sudah ada yang ngatur (ini aku udah tahu..) bahkan datangnya gak disangka-sangka deh…”Jadi lo gak usah capek2 nyari Sil, ntar juga datang sendiri…”
Jadi mana yang bener ya? Pake usaha ato gak? Musti getol nyari ato pasrah aja? Ayo, temen2 kita sharing masalah yang satu ini, hehehehe….