silvia's posts with tag: drama
 | Category: | Movies | | Genre: | Drama |
Harus gue akui, gue emang penggemar film-film independen, film bukan aliran ‘mainstream’, film yang gak gampang ketebak jalan cerita dan akhir cerita, intinya bukan film formulasi Hollywood. Sayangnya kesempatan nonton film jenis beginian sangat jarang. Makanya kalo ada kesempatan nonton film Eropa melalui Europe On Screen, Jakarta International Film Festival, atau Festival Cinema Perancis, gue gak bakal lewatin, apalagi kalo gratis, hehehh.
Pucuk dicinta ulam tiba, Kamis 17 April 2008 atas undangan temen yg dapet tiket gratis, gw diberi kesempatan nonton film Perancis. Awalnya sih sempet liat sinopsisnya di website mereka, tapi gak nyangka filmnya dahsyat banget, pantesan jd film penutup festival tahun ini.
Cerita yang diangkat dari kisah nyata ini dimulai dengan adegan di rumah sakit dimana sang tokoh baru saja siuman, pandangannya suram dan kabur, penonton diajak melihat melalui matanya dan mendengarkan suara hatinya.
Dikisahkan Jean-Dominique Bauby (42 tahun) seorang Pemimpin Redaksi Majalah Elle yang sukses dalam karir dan hubungan cinta dengan seorang model cantik. Ia memiliki tiga orang anak (1 putra dan 2 putri) dari hubungannya terdahulu. Secara mendadak ketika sedang berkendara dengan putranya, ia terserang stroke secara misterius, ia bukan perokok, alkoholik, atau memiliki kelainan lainnya. Memang kasusnya sangat langka disebut ‘locked-in syndrome’ dimana otak terkurung dan tak bisa berfungsi. Kisah bergulir dengan usaha Jean-Do bangkit dari kelumpuhan seluruh tubuh kecuali kedipan mata kirinya, beruntung ia masih punya ‘the two angels’ dua orang terapis yang setia mendampinginya, seorang fisioterapis dan seorang lagi speech terapis.
Perlahan tapi pasti Jean-Do mampu bangkit melawan keputusasaannya yang merasa bagai diving bell alias lonceng tenggelam yang gak akan bisa naik lagi ke permukaan laut, hingga menjadi kupu-kupu yang keluar dari tempat gelap menuju keindahan cahaya.
Scene demi scene berlalu tanpa cela, adegan flashback dan masa kini mengalir dengan mudahnya hingga penonton tidak dibuat bingung, scene serius dan komedik juga berbaur asri, berupa perenungan Jean-Do akan nasibnya hingga angan-angannya yang luas hingga angan-angan khas lelaki, heheheh…Scene favorit gw ialah waktu anak Jean-Do menghapus air mata yang menetes di pipi ayahnya, so touchy…juga waktu ayah Jean-Do bilang, “Nak, kita sama-sama terkungkung, kamu dalam tubuhmu sendiri, sedangkan aku dalam apartemen” (ayah Jean-Do gak bisa keluar dari apartemen karena tubuh tuanya gak bisa naik-turun tangga), hiks…
Akhirnya…..??? Jean-Do meninggal. Setelah ia berhasil menulis memoir dirinya hanya dengan kedipan mata, terapisnya akan membaca huruf demi huruf dan ia akan berkedip tiap sampai ke huruf yang dimaksud, terus hingga menyusun sebuah kata, luar biasa bukan???
Film ini punya makna mendalam buat gw, mengingatkan makna tawakal yang sesungguhnya, karena bukankan kita selalu diajak untuk berusaha dan tidak menyerah pada nasib lalu setelahnya memasrahkan semua hasilnya kepada Tuhan???

 | Category: | Movies | | Genre: | Drama |
Lovelorn means unhappy in love; suffering from unrequited love
Ini film pertama yang gw tonton di Europe On Screen 2007, sebuah gelaran gratis yang memutar berbagai film dari eropa di 4 tempat pemutaran: Goethe Institut, Erasmus Huis, Istituto Italiano di Cultura (IIC), dan Centre Culturel Francais (CCF) selama 27 Oktober hingga 2 November 2007 lalu. Film yang mewakili Turki dalam kompetisi Oscar untuk Best Foreign Film tahun 2006 ini diputar di IIC.
Lovelorn bercerita tentang seorang guru SD (Nazim) yang baru saja pensiun dari mengajar di daerah terpencil Turki (Anatolia) dimana banyak orang Kurdi tinggal. Setelah 15 tahun mengajar, ia memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya di Istambul. Disana ia menemui dua anaknya yang telah dewasa. Anak laki-lakinya sudah berkeluarga dan punya anak remaja, sementara anak perempuannya baru saja bercerai. Karena sudah meninggalkan rumahnya selama 15 tahun tanpa pernah sekalipun menengok mereka, hubungan ia dan anak-anaknya pun terasa dingin, terutama dengan anak laki-lakinya yang hanya peduli pada tanah warisan ayahnya. Sementara putrinya memiliki dendam pada ayahnya karena tak punya waktu untuk membawanya berobat ketika ia kecil, akibatnya penyakit kronis tersebut, ia di vonis tak bisa punya anak seumur hidup.
Di Istambul ia menyewa sebuah apartemen kecil di dekat stasiun kereta dan tinggal sendirian. Untuk menyambung hidup ia bekerja menjadi supir taksi menggunakan mobil milik sahabatnya. Suatu hari ketika sedang menunggu di depan sebuah bar, mobilnya ditumpangi seorang wanita cantik yang berprofesi sebagai penyanyi sekaligus escort di bar tersebut (Dunya), perempuan yang melarikan diri dari suaminya membawa anak mereka yang trauma dan tak pernah berbicara (Melek).
Ketika menjemput Dunya, tanpa sengaja Nazim terlibat perkelahian di bar antara Dunya dan mantan suaminya yang menyebabkan Dunya terluka, Nazim tak sampai hati melihat Dunya dan anaknya tinggal di hotel dan menawarkan mereka untuk tinggal di rumahnya. Hubungan spesial pun timbul antara keduanya
Meskipun bergenre drama tapi sesekali diselipkan juga adegan yang mengundang tawa, misalnya ketika adegan kejar-kejaran antara Dunya dkk dengan mantan suaminya, tiba-tiba Nazmir malah terserang tekanan darah tinggi dan fokus pengejaran jadi berpindah menjadi mengantarkan Nazmir ke apotik. Film juga diiringi lagu-lagu menyayat hati berbahasa Kurdistan dan Turki yang bisa mengangkat emosi film.
Setelah meminta maaf dan memohon pada Nazim, akhirnya mantan suami Dunya diperbolehkan membawa Dunya dan anaknya untuk kembali ke rumah mereka. Apa yang terjadi? KDRT masih kerap dialami Dunya, saat ia tak kuat lagi, ia menelepon Nazim untuk menjemputnya di terminal bis, kemudian mantan suaminya menyusul kesana dan memohon Dunya kembali padanya. Dunya sudah berkeras tak akan kembali padanya, mantan suaminya akhirnya menyerah dan meminta Dunya bernyanyi untuknya yang terakhir kali. Dunya pun menyanyikan lagu balada yang indah, sambil terus menatap Nazim yang ada di meja depannya. Mereka bertukar pandangan penuh makna, hingga tiba-tiba….DOOOORRRRRRRR!!! sepucuk pistol yang diarahkan di pelipis Dunya mengeluarkan isinya dan Dunya jatuh ke lantai seketika. Mantan suaminya berdiri, lalu berkata “Kuserahkan Melek padamu” kepada Nazim. Dan mengarahkan pistol itu ke kepalanya sendiri lalu DOOOORRRR!!! Ia pun jatuh terbaring di sebelah Dunya. Melek yang menyaksikan semua kejadian itu hanya bisa terpaku.
Scene pun berganti dengan adegan Nazim yang mengenalkan foto mantan anak didiknya pada Melek, dan tanpa disangka Melek tiba-tiba mengikuti Nazim menyebutkan nama-nama mantan anak didiknya. Dengan mata berkaca-kaca Nazim berkata “Kau mau sekolah?” Melek pun menjawab “Mau”
Nazim mendatangi kantor putrinya untuk meminta maaf padanya dan kakaknya, ia lalu berkata, “aku ini korban mimpiku, sedihnya lagi, apabila aku lahir kembali, aku akan tetap berbuat yang sama” putrinya hanya terdiam.
Keesokan harinya, Nazim mengunjungi putrinya dan meminta tolong untuk menitipkan Melek padanya karena ia akan berangkat kerja. Putrinya tersenyum manis padanya dan menyetujui permintaannya. Sebagai penutup terlihat scene putri Nazim menyisir rambut Melek, sementara Nazim menyusuri jalan Istambul bersama taksinya ditemani setangkai bunga pemberian Dunya dulu yang ia tempelkan di kaca spion.
Nazim adalah seorang guru idealis yang mengabdikan diri pada masyarakat, tapi di sisi lain ia harus mengorbankan keluarganya sendiri untuk itu. Sebuah pilihan yang tak mudah dan tak semua berani mengambilnya. Memang benar, hidup adalah pilihan dan Nazim telah mengambil sebuah pilihan hidup yang berani.
Note: Karena filmya susah dicari, makanya gw ceritain detail sampe endingnya ...

| |